Jumat, 27 Juni 2008
setelah beberapa kali bertubi-tubi tekanan pekerjaan membuatku stress dan penat,
memang yang saya alami adalah hal yang membuat semua orang merasa sangat tertekan.
kesalahan demi kesalahan terjadi tanpa disadari. dan semua itu ujung pangkal tidak karuan terjadi dimana.
1. Pertama karena ketidak tahuan, apa yang harus dilakukan ketika engkau tidak tahu. bertanya....pertanyaannya adalah harus nanya ke siapa. itulah belum jelas disini
2. Kedua, karena diam adalah emas, tapi tidak semua diam adalah emas, karena kita dituntut untuk berbicara. disini beberapa keanehan terjadi karena antara yang diomongkan dengan kasunyatan yang terjadi sering diluar fakta or sebaliknya. ini menjadikan kita stres sendiri.
3. berbagai masalah yang tidak ada ujung pangkalnya inilah yang sering menjadikan kita membingungkan diri sendiri dan orang lain.
bagaimana ini dapat berkembang?
satu hal yang dipetik dari hal ini. tidak ada sesuatu hal yang pasti di Perusahaan ini, yang pasti adalah keinginan dari si Empunya itu sendiri.
Jakarta, 27 Juni 2008
Minggu, 03 Februari 2008
Moda transportasi yg murah, cepat, dan sehat
perlu diakui, bahwa moda transportasi ketiga yang sering saya jalani, merupakan moda transportasi yg paling favorit.
sejak saya mengenal B2W dari seorang senior di Tempo, keinginan saya menjadi tinggi. apalagi background saya yang menyukai adventure, dan memang di jaman kuliah make sepeda, jadi gak ada salahnya untuk naik sepeda.
kendalanya saat itu adalah belum adanya sepeda, kebetulan sepeda saya di rumah sudah tidak layak jalan, dan hanya dipakai untuk ke pasar oleh pembantu di rumah, maka saya berencana membeli sepeda dari kantor. kebetulan di kantor ada pengumuman pembelian sepeda lewat kredit, yah saya bersemangat untuk membelinya pertama kali, langsung apply dan mendapat no. urut 2 setelah rekan senior di tempo - saya lupa namanya, maaf :( - wah saat yg ditunggu-tunggu tiba juga dan akhirnya pendaftar hanya diprioritaskan 10 pendaftar pertama. waktu itu prosesnya 2 mingguan, dan ternyata ada 12 pendaftar.., ah pikirku aku pasti dapat, kan nomer dua....
beberapa hari kemudian diumumkan calon pembeli kreditan sepeda.......dan ternyata namaku tidak ada......alamaaaaaaak,
kenapa ini bisa terjadi? setelah tanya sana-sini ternyata ada pendaftar urutan 11 seorang direktur. dan direktur KSU alias atasan tertinggi saya. terpaksa saya tidak mendapatkan, saya mengumpat dalam hati kenapa saya hanya pegawai rendahan yang masih nunggu penilaian probation, dan lawan saya seorang direktur....mau berkata apalagi.....ya sudah deh...
akhirnya saya benar2 tidak mendapatkan sepeda idaman, bermerk United berwarna hitam atau merah. kecewa sih iya, tapi semangat untuk bersepeda masih membara. akhirnya beberapa minggu setelah itu saya berniat ke manggarai cari sepeda yang pas dikantong pegawai rendahan seperti saya. oiya kebetulan waktu itu saya kos di rawamangun jadi ke arah proklamasi tidaklah terlalu jauh, jadi sejelek2nya sepeda yang didapat tidaklah terlalu ngaruh dgn capek genjotnya.
setelah menimang2, pacar saya yg sekarang jadi istri saya : ) tidak membolehkan saya beli sepeda di jakarta. dia akan mengirimkan sepeda nostalgia kita di Yogyakarta untuk dipakai....wah senangnya......cihuuuuuy. sepedanya masih ada sampai sekarang dan masih saya pakai merk Polygon Premier, warna Kuning.......ciamik
waktu itu ternyata saya harus berpindah kerjaan di kantor baru di daerah scbd. cukup jauh juga ya..namun semangat saya bersepeda saya tetap membara....sambil menunggu kiriman sepeda, yang kemudian di bulan mei 2007 dikirimkan ke jakarta lewat Paket Express di Manggarai. kebetulan saya nitip ke kantor lama di tempo (terima kasih mbak dyah, dan nuri, juga mas Fais). dan saya ambil pada malam harinya.....
akhirnya naik sepeda perdana saya di jakarta saya tempuh malam itu dari kantor tempo proklamasi ke kos di jl. kedondong rawamangun, pakai jeans pula...hahahaha. setelah itu saya selalu pergi kekantor dgn memakai sepeda saya, alone....
beberapa kali ketemu org tapi gak sering karena seringnya berangkat siang aku..hehehehe. berbekal celana sepeda pemberian pacar juga, aku beranikan diri genjot. bahkan pernah genjot malam dan pagi ke rumah saudara di jatibening lewat cawang!!!!!! bersaing dgn bis bis gede...wah untung masih selamat...
waktu itu saya pernah sampai titik jenuh bersepeda, dan memutuskan hanya beberapa kali saja ke kantor naik sepeda, .... karena capek, bener2 capek jalan sendirian...
akhirnya saya ngobrol panjang lebar dgn senior saya di tempo (arman) yang menginspirasi, menanyakan apakah ada teman seperjalanan dan punya tag line b2w? kemudian saya dikenalkan oleh senior b2w bernama om tekad. canggih banget beliau datang ke kantor malam2 sambil bersepeda dan membawakan aku bike tag B2w!!!!!!wah senang banget hati waktu itu.... dan berencana melanjutkan acara bersepeda di kantor lagi.
dan ternyata iklim itu ditularkan lewat milis, handphone dan beberapa hasil chatting, dan akhirnya dikenalkan dengan rombongan timut. wah-wah bener2 surprise aku.. hebat2
timut atau sepeda timur utara waktu itu sangat lah hebat, hampir setiap hari berjalan dengan mereka. tante dan om, ya benar mereka memanggil satu sama lain dgn sebutan itu
ada tante waty, yg ternyata partner kerja perusahaan...hehehe apa kabar bu?
ada om dedy sang ketum, om irawan sang touring, om prima, om ami, om reza, om deny the legend, dan tante dhita the energizer. wah benar-benar komplit, waktu itu saya kebetulan belum hapal semuanya....hihihi, dan beberapa dapat kenalan baru dijalan, om revi, om wahab, dll.
yang jelas waktu itu cukup asyik, sampai akhirnya aku harus meninggalkan rawamanngun untuk ke bogor, bojong gede, karena aku menikah waktu itu, ya dengan pacar saya, yg memberikan sepeda dan supportnya. so, saya harus meninggalkan team timut, yg walaupun saat itu aku masih tergabung dng milis timuters.
cukup lama aku dari agustus 2007 ga sepedaan dan hanya naik kereta....suntuk...
sering ketinggalan, atau bahkan kereta datang telat...apessss.....
akhirnya di januari 2008 aku pindah ke jakarta lagi, tapi daerah selatan di cipete. dan akhirnya saya bisa bersepeda lagi, namun belum ada teman bersepeda....
beberapa lama aku telah "mempengaruhi" seorang direktur di perusahaanku sekarang untuk sepedaan...wahahahahah. ternyata nasibku bersepeda dgn direktur dan mirip seperti dulu saingan sama direktur!!!!!!!!wahahahahaha
akhirnya beberapa hari dapat teman juga bersepeda....
semoga akhirnya daerah selatan ini banyak yang bersepeda....
for the jakarta green environment
regards,
noppan
apa yang menentukan sehat dan tidaknya suatu perusahaan?
menurut saya perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang mau dan mampu untuk mewujudkan visi dan misi nya melalui strategi-strategi taktisnya.
apa aspek yang mendasari agar perusahaan bisa disebut sehat?
1. Konsistensi
2. TRUST
3. Focused on Achievement
4. WIn-win Solution
" ketika sebuah usulan dijanjikan, ketika sebuah usulan di mentahkan, ketika sebuah usulan di tertawakan, ketika sebuah usulan di kritik "
ini membuktikan bahwa tidak ada arah/ konsistensi, ini membuktikan ini tidak ada kepercayaan, dan ini membuktikan tidak ada win-win solution. benar-benar memusingkan. Karyawan tidak diarahkan dan hanya di judge
so would you mind if you change your mind set to make better, why not any body else could do it, why not us
noppan
Kamis, 18 Oktober 2007
Noppan-Series2

BusWay
ada berbagai alasan untuk tidak (lagi) naik busway
Busway adalah transportasi alternatif di jakarta yang menggunakan jalur khusus. ini memungkinkan untuk menghindari kemacetan akibat ruwetnya jalanan ibukota. seiring pertumbuhan kota besar diperlukan berbagai jalur khusus bus untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang lalu lalang. saat ini hampir 8 koridor selesai dibangun, dan rencana akan ada beberapa lagi koridor/jalur bus yang baru.
kontroversi menyeruak ketika segelintir org menyayangkan pembangunan busway akan merusak keindahan daerah mereka dan memacetkan sementara jalur-jalur reguler yang ada.
benar-benar permasalahan yang kompleks........
awal mula mencoba busway sangat menyenangkan. dan tidak ada masalah yang berarti dari kacamata saya sebagai penumpang. namun ironi, sekarang terjadi sebaliknya, memang di jalur busway ketika sudah naik tidak macet. Ternyata sekarang yang macet adalah penumpangnya.......huuuh. saya jadi teringat dengan iklan ATM salah satu bank yang berkata ====ATM nya yang ngantri bukan orangy====
hmmm sekarang jadinya yang antri penumpangnya bukan bisnya yang antri dijalanan.
memang fenomena busway ini menjadi klimaks ketika penumpang tumbuh begitu cepat, apalagi dimusim hujan antreannya panjang sekali....orang mau cepat, dan satu persepsi kebentuk = busway cepat anti macet dan anti banjir. bahkan salah satu Iklan Apartemen di puat kota membanggakan busway sebagai added value untuk apartemen mereka.
pernah saya juga menyarankan dan mengandalkan busway sebagai transportasi andalan. tapi sekarang citra tersebut berubah 180 derajat. saya jadi tidak begitu sreg dan nyaman dengan busway. ada beberapa sebabnya :
1. antriannya panjang
2. nunggu kedatangan bis lama
3. penuh sesak
4. dan terutama perilaku dari pelaku bus (PAM, Pramudi, dll) tidak menyenangkan dan memang belum terlatih untuk hal tersebut.
beberapa alasan lagi yang rasanya tidak perlu disebutkan disini menjadikan saya menjadikan busway sebagai third choice ketika melakukan perjalanan.
beberapa hal yang perlu dicermati oleh pengguna busway :
1. sekarang anda harus antri dan berdesakan dalam busway
2. sekarang anda harus menunggu lama untuk naik busway
3. sekarang anda harus berpanas2 ria dalam halte untuk dapat naik busway
4. anda sangat sulit untuk mendapatkan tempat duduk dalam busway (kesempatan hanya ada di halte awal dari suatu koridor/ jalur)
5. anda bahkan harus mencengkram dengan kuat selama perjalanan untuk dapat berdiri. karena kalau tidak bus mengerem mendadak akan menyebabkan anda terjungkal
6. anda bahkan tidak dapat makan atau minum dalam busway, pernah saya naik pas buka puasa, tapi ternyata tidak boleh makan dan minum walaupun magrib sudah berkumandang.......hiks-hiks (aturan dibuat untuk kebersihan, dan kita harus mematuhinya, tapi sopir dan PAM tetep aja makan minum tanpa mempersilahkan org yang ada didalam bis untuk minum dan makan)
7. Untuk turun di halte tetep aja harus antri........huuuh lagi-lagi
8. pernah juga banyak kabar-kabar miring ttg pengemudi yang Psikopat. melakukan pemukulan penumpang, mogok kerja, marah-marah dsb)
9. BUS Mogok (ini jarang sih untuk beberapa tahun ini, tahun depan??who knows)
so, kapankah anda siap naik busway, selalu siaplah dengan resiko tersebut.
mungkin ada komentar???terima kasih
Senin, 08 Oktober 2007
Noppan-Series1
Kereta Listrik, adalah kendaraan yang dijalankan melalui listrik. Moda transportasi ini merupakan sarana utama dari berbagai daerah untuk menggapai Kota Jakarta. Namun karena kereta ini sudah terjadwal dengan baik, maka terkadang peristiwa ketinggalan kereta sering terjadi, dan juga keterlambatan kereta sungguh sangat sering terjadi.

Kereta Ekonomi,
kereta yang lambat dan berdesak-desakan. merupakan sarana murmer-murah meriah- bagi masayarakat pada umumnya. kereta ini berhenti disetiap stasiun yang ada di sepanjang rute perjalanannya.bagi yang akan menggunakan kereta ini disarankan:
1. membawa barang seminimal mungkin karena kepadatan penumpang menjadikan kereta ini semacam ekspres. benar-benar full press body.
2. berdandan ala kadarnya. yang simpel saja. karena dikereta menganut paham sama rata sama rasa. kalo anda berbeda, pasti akan menjadi bahan sorotan diantara penumpang yang lainnya.-- ntar dikira "artis kereta"

3. bergaya selayaknya sudah hapal stasiun dan beberapa org penumpang dengan menyapanya ramah, kalo perlu kondektur disapa dengan ramah selayaknya teman, jadi gak perlu perlihatkan tiket, cukup dengan senyuman alias memperlihatkan gigi saja :-p.
4. bersiap-siap untuk turun satu stasiun sebelum tujuannya. maklum kalo buru-buru turun ntar dikira copet
5. prioritas tempat duduk untuk Ibu hamil, menyusui, orang lanjut usia, dan perempuan dengan anak kecil. kalo gak ingin malu..."tunjukkan merahmu"
6. Persiapan sebelum naik kereta ini = FISIK dan MENTAL. jauh-jauh hari makan-makanan bergizi supaya tinggi badan cukup. agar bisa bertahan hidup seperti jerapah (menghirup udara di atas lebih segar daripada terhimpit dibawah)
7. bawa kipas angin kecil yang pakai batere. selain kipas tangan, kipas ini efektif untuk mengusir hawa panas akibat panasnya kaleng sarden...eh gerbong kereta
8. jangan sekali-kali naik ke lantai 2 (atap maksudnya) karena resiko yang ditanggung lebih besar, dibandingkan dengan harga tiket yang 2000 perak. berarti nyawa anda berharga 200o perak.
9. coba sesekali lihat webnya di www.krlmania.com
KRL Ekspress AC
merupakan kereta cepat yang cukup nyaman, namun tidak berhenti di setiap tujuan. beberapa kereta ekspres berhenti jika ada kemacetan jalur didepannya. nah moment ini dikarenakan ada beberapa org yang ingin turun di stasiun tujuan lewat pintu masinis. depan atau belakang. biasanya memberikan uang lewat ke pak masinis sebagai jasa ngerem kereta dan membukakan pintu bagi kita.
bagi para pengguna jasa kereta ekspress sebaiknya memperhatikan beberapa hal :
1. Tujuan Kereta Ekspress, karena tidak berhenti di setiap stasiun, maka harus dicermati perilaku kereta biasanya berhenti dimana saja. untuk itu selalu bertanya kepada org lain terutama petugas kereta.
2. Penumpang kereta ekspress biasanya org2 PT KAI, TNI, POLISI, Bapak dan Ibu Separuh Baya (SBY) dan Eksekutif Muda (termasuk saya hehehehe), tapi kalo lagi beruntung bisa ketemu juga artis ibukota
3. bawalah tempat duduk seniri yang lipat kalo bisa, karena enak dibawa dimana-mana, mau duduk dekat yang cowok bisa, yang om2 juga bisa, atau duduk deket cewek2 juga bisa.
4. siapkan koran sebagai bacaan, itu kalo anda perjalanan anda tempuh sendirian. koran juga bisa berfungsi untuk menutupi wajah kita saat tidur, juga pembias/ penghalang saat kita ngintip seseorang, dan juga efektif juga buat mukul orang atau serangga yang nempel di deket kita
5. bawa jacket, karena kereta dingin apalagi malam hari. jangan pakai You Can See, karena dijamin bulu-bulu anda berdiri.....brrrrr, asal jangan bulu ketek berdiri...aaaaaaaawwwww
6. belilah karcis di loket, karena diatas kereta tidak ada loket penjualan karcis.
7. jangan sampai tertidur yang berakibat kebablasan kereta.
8. Tidak seperti busway, anda boleh makan dan minum di kereta.....wuuh apalagi saat buka puasa.....segaar
itulah sekelumit pengalaman dari saya, mungkin ada temen2 yang mempunyai pengalaman seru berkereta listrik. ayo kita berbagi cerita.....
-noph-
SEKILAS TENTANG SAYA
Sebuah biografi yang sangat singkat..............
Noppawan Rauf, S. Psi, lahir pada tahun 1982 dari suku Jawa (Ayah Jawa Timur dan Ibu Jogja). Merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara, yang kesemuanya laki-laki. Didikan keluarga merupakan salah satu pembentuk kepribadian saya, Jujur, Hemat, Rajin dan Mandiri adalah salah satu wejangan dari orangtua yang tetap saya pegang teguh (terakhir almarhum ayah saya berpesan bahwa untuk hidup di dunia harus berpatok pada agama dan akal sehat disamping bekerja keras).
Semenjak kecil sangat menyukai pelajaran-pelajaran eksak dan sosial. Dalam bidang sosial, lingkungan bertetangga juga sering mengikuti acara-acara seperti Panitia Hari Besar Islam (sebagai amil zakat, dan Pramuka)
Kemampuan belajar, saya ketahui dari angket menggunakan gaya belajar Auditory dan Kinestetik, yaitu kemampuan mendengarkan dan belajar dari pengalaman,sedangkan kemampuan belajar visual kurang, yaitu kurang membaca. Sekarang saya lebih mengembangkan kemampuan visual lebih dari yang lain dengan membaca bacaan-bacaan yang harus saya selesaikan cepat.
Dari kecil menyenangi belajar Biologi, Ilmu Sejarah, Matematika, dan Bahasa Inggris. Dalam bidang olahraga menyukai olahraga seperti: Bulutangkis, Basket, Sepak Bola, maupun Atletik walaupun prestasinya bisa dibilang tidak terlalu bagus.
Ketika menginjak masa kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, saya kemudian memutuskan untuk bergabung dengan PALAPSI UGM (Pencinta Alam Psikologi UGM), walaupun sebenarnya pada awalnya pernah masuk dalam anggota Hockey UGM, Psikomedia, Bulaksumur Pos, dsb. di PALAPSI, mempelajari seni bertualang olahraga yang beresiko tinggi, diantaranya Pendakian Gunung, Penelusuran Gua, Arung Jeram, Panjat Tebing, Kayaking, dsb. Namun diantara itu, yang paling disukai adalah Penelusuran Gua. Beberapa kali memimpin perjalanan dalam
penelusuran gua, diantaranya daerah Gombong, daerah Madura, Daerah Pacitan, Daerah GunungKidul (Karst Gunung Sewu). Tak terhitung lagi berapa kali eksplorasi gua telah dilakukan, ratusan mungkin.
Selain itu juga di PALAPSI kami belajar bekerja untuk memperoleh dana. Dari sinilah kemampuan manajemen kami di uji, tidak hanya dari manajemen operasional, namun juga manajemen non-operasional (lihat curiculum vittae). Terakhir sebelum masa jabatan saya purna, kami melakukan Ekspedisi Kalimantan Timur dan Bengkulu, yang merupakan Ekspedisi dengan memberangkatkan 3 divisi Gunung, Tebing dan Arung Jeram. Bersama dengan satu tim kami dapat melalui dengan selamat dan sesuai dengan tujuan kami.
Setelah itu saya kemudian masuk ke bidang pendidikan, yaitu di Awareness Learning (dulu namanya Max Recall). Berbagai pengalaman juga saya dapat disini, mulai dari mengajar, konseling, manajerial kantor dsb. Meskipun dalam bidang pendidikan, kami tidak belajar mengenai materi dalam apa yang telah saya dapat di sekolah, tapi sesuatu di balik itu yaitu Belajar bagaimana caranya Belajar. Berbagai macam anak-anak yang mengalami hambatan belajar kami bimbing disini, termasuk juga anak yang mengalami masalah psikologis, karena kesiapan psikologis anak juga penting ketika ia masuk sekolah dan merupakan kesalahan besar ketika seseorang yang mengalami mood jelek dibebankan pekerjaan rumah yang banyak. Beberapa klien yang saya tangani mengalami keberhasilan dalam studi.
Bidang budaya selain mendalami budaya sendiri, saya juga menyukai budaya indonesia yang lain, karena budaya ini harus dapat kita lestarikan dan merupakan pintu masuk untuk menyelami kepribadian seseorang. Budaya yang saya kenal bermacam-macam (Jawa Barat, Jogja/Jawa Tengah, Jawa Timur & Madura, Kalimantan Timur dan Barat). Saya percaya bahwa keanekaragaman ini mempunyai kelebihan tertentu disamping juga kekurangannya.
Jogjakarta, Juni 2006
Noppawan Rauf
